Tujuan organisasi perkantoran atau kelompok fungsi dalam organisasi perkantoran mesti dirumuskan dandimengerti oleh setiap personalis. Tujuan yang dimengerti akan berubah menjadi mitivasi untukmencapainya.
Setiap organisasi perkantoran terdiri atas sejumlah fungsi yang mesti bekerja sama untuk mencapai tujuanutama organisasi perkantoran itu. Organisasi perkantoran merupakan suatu system yang terdiri atassejumlah fungsi yang saling berhubungan dengan saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan.
Organisasi perkantoran yang efektif terbentuk oleh pribadi-pribadi yang mesti melaksanakan pekerjaan. Kendatipun organisasi perkantoran itu merupakan sebuah system, namun individu-individulah yang menyelesaikan pekerjaannya masing-masing.
Organisasi perkantoran yang efektif bekerja berdasarkan atas kesederhanaan dan interelasi yang jelas. Kesederhanaan memudahkan para pelaksana untuk memahaminya, sedangkan interelasi yang jelasmengurangi keraguan.
Setiap orang dalam organisasi perkantoran mesti diberi wewenang yang sesuai dengan tugas tanggungjawabnya sehingga ia dapat bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya tersebut.
6. Prinsip laporan kepada atasan tunggal
Agar tiap personalia mengetahui dengan jelas kepada siapa ia melapor, maka tiap petugas dalm organisasiperkantoran tersebut harus menerima perintah dari dan bertanggung jawab hanya kepada satu orangatasan.
Kepemimpinan dan pengawasan yang efektif mesti ditegakan sehingga tujuan organisasi perkantoran itu dapattercapai. Pengawasan yang efektif akan mencegah perubahan arah dalam mencapai tujuan. Sementara itu, pengawasan yang efektif pun merupakan proses belajar bagi organisasi di waktu yang akan datang.
Agar pengawasan dan kepemimpinan dalam organisasi perkantoran efektif, jangkauan pengawasan di bawahpengawasan langsung dari seorang menejer kantor atau seorang pengawas seyogyanya dibatasi, semakinjauh pengawasan menejer kantor semakin besar kemungkinan menurunnya pertambahan kemampuanpengawasan. Gejala ini melahirkan apa yang disebut hukum semakin berkurangnya tambahan kemampuan pengawasan. Pada awalnya tambahan kemampuan pengawasan itu akan meningkat sampaimencapai titik optimum pengawasan. Setelah itu tambahan kemampuan pengawasan tersebut akan semakinberkurang, hingga akhirnya mencapai titik 0 (bahkan negatif atau kekecauan pengawasan).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar